Latihan tahunan Amerika Serikat (AS) dan Korea Selatan, Ulchi Freedom Shield (UFS), dimulai pada 17 Agustus 2026 sesuai jadwal semula. Beberapa jam sebelumnya, Presiden AS Donald Trump memerintahkan Pentagon “mengurangi secara besar-besaran” partisipasi militernya. Associated Press melaporkan Korea Selatan memastikan latihan tetap berjalan, tetapi rincian pengurangan belum diumumkan. Ukuran akhir latihan karena itu belum bisa dibandingkan dengan rencana yang dipublikasikan sebelum perintah Trump.

Perintah tersebut muncul setelah kedua militer menyiapkan latihan selama 11 hari. Rencana awal melibatkan sekitar 18.000 personel Korea Selatan dan sejumlah latihan lapangan. Simulasi pos komando juga menjadi bagian penting UFS. Ketidakjelasan pada 18 Agustus terletak pada kegiatan dan personel AS yang akan dikurangi.

Perintah datang ketika latihan sudah dimulai

AP mencatat pengumuman tersebut pada Minggu, 16 Agustus 2026 di Amerika Serikat. Trump menyebut biaya latihan, sinyal yang ia anggap bermusuhan kepada Korea Utara, dan hubungannya dengan Kim Jong Un sebagai alasan pengurangan. Ia mengatakan pembatalan sudah terlambat dan karena itu memerintahkan pengurangan. Alasan tersebut adalah penjelasan Trump, bukan pernyataan bersama Washington dan Seoul.

Trump juga mengatakan Lee menolak permintaan untuk bergabung dalam upaya AS yang ia sebut “denuklirisasi Iran”. Namun, kantor kepresidenan Korea Selatan menyatakan Seoul dan Washington masih membahas kontribusi praktis serta militer untuk kebebasan navigasi di Selat Hormuz. Catatan publik tidak menjelaskan isi lengkap percakapan kedua presiden. Dua pernyataan itu karena itu belum bisa disamakan.

Rencana awal melibatkan 18.000 personel Korea Selatan

Dalam pengarahan bersama 10 Agustus, Kepala Staf Gabungan Korea Selatan dan Pasukan Amerika Serikat di Korea (USFK) menetapkan UFS berlangsung pada 17–27 Agustus. Sekitar 18.000 personel Korea Selatan dijadwalkan ikut, dengan skala yang disebut serupa dengan tahun sebelumnya. Skenario mencakup operasi lintas matra, serangan pesawat nirawak, gangguan GPS, dan serangan siber.

Ruang kendali untuk simulasi komando militer (ilustrasi)
UFS memadukan simulasi pos komando dan latihan lapangan untuk menguji kesiapan gabungan (ilustrasi). Photo by Roberto Catarinicchia on Unsplash.

Pengarahan itu menyebut UFS sebagai latihan tahunan yang bersifat defensif. UFS juga dijadikan bagian dari evaluasi bersama atas kemampuan dan sistem dalam rencana peralihan kendali operasional masa perang. Komponen yang dipangkas belum diketahui, sehingga dampaknya terhadap evaluasi tersebut belum bisa diukur. Washington dan Seoul belum mengumumkan kriteria atau jadwal evaluasi yang direvisi.

Seoul menekankan aliansi dan kemampuan pertahanan sendiri

Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung tidak mengumumkan penghentian UFS. Dalam rapat kabinet 18 Agustus, Lee mengatakan keamanan nasional akan lebih kuat ketika aliansi dengan AS kokoh. Ia juga menilai penguatan kemampuan Korea Selatan akan meningkatkan nilai negara itu sebagai sekutu. Pernyataan Lee menempatkan pertahanan mandiri dan pemeliharaan aliansi dalam satu kerangka.

Respons tersebut tidak menjawab bagian latihan yang akan berubah. AP melaporkan belum jelas komponen mana dari program 11 hari itu yang dipangkas. Jumlah akhir personel AS juga belum tersedia dalam pengumuman terbuka. Karena itu, perdebatan mengenai keandalan aliansi masih berlangsung tanpa ukuran operasional yang lengkap.

Keputusan 2018 menjadi rujukan, bukan kepastian hasil

Trump pernah memakai latihan gabungan sebagai instrumen diplomasi pada masa jabatan pertamanya. Setelah bertemu Kim di Singapura pada 2018, ia secara mendadak mengumumkan penghentian latihan besar dan menyoroti biaya serta sifatnya yang ia anggap provokatif. Trump bertemu Kim tiga kali, dengan pertemuan terakhir pada 2019. Diplomasi itu kemudian terhenti karena perselisihan mengenai program nuklir Korea Utara dan keringanan sanksi.

Preseden 2018 menjelaskan mengapa perintah baru dibaca dalam konteks hubungan pribadi Trump dan Kim. Namun, belum ada pengumuman tentang pertemuan baru atau kesepakatan timbal balik dengan Korea Utara. Pengurangan latihan juga belum membuktikan perubahan permanen pada penempatan pasukan AS di Korea Selatan. Penilaian jangka panjang memerlukan keputusan yang lebih rinci dari kedua pemerintah.

Dampak operasional dan posisi Indonesia belum terukur

Pada 18 Agustus, fakta yang terkonfirmasi terbatas pada perintah Trump, dimulainya UFS, dan rencana awal latihan. Pentagon belum memerinci kegiatan lapangan, simulasi, atau jumlah personel yang terdampak. Pernyataan politik mengenai aliansi belum menggantikan data pelaksanaan. Dampak terhadap kesiapan gabungan baru bisa dinilai setelah perubahan diumumkan.

Sampai artikel ini disusun, kami belum menemukan dokumen resmi dari lembaga di Indonesia yang menilai dampak pengurangan UFS bagi keamanan kawasan. Belum ada dasar resmi untuk menyatakan keputusan itu membawa dampak langsung bagi Indonesia. Informasi terverifikasi masih berpusat pada keputusan Washington, tanggapan Seoul, dan struktur UFS. Implikasi yang lebih luas tetap menjadi pertanyaan sampai rincian pengurangan tersedia.