Kepolisian Federal Australia (Australian Federal Police/AFP) mendakwa Vladimir Teslov, warga negara ganda Rusia-Australia berusia 27 tahun, atas percobaan campur tangan asing (foreign interference). ABC News mengidentifikasi terdakwa sebagai Teslov dan mencatat sidangnya berlangsung di Pengadilan Magistrat Brisbane (Brisbane Magistrates Court) pada 21 Agustus 2026. Perkara ditunda hingga 2 Oktober, sedangkan dakwaan itu membawa ancaman maksimum 20 tahun penjara.

AFP menuding Teslov pergi ke Rusia pada Oktober 2024 untuk menjalani pelatihan bergaya militer. Ia kembali ke Australia pada Desember dan diduga mempertahankan hubungan dengan orang yang diyakininya terkait intelijen Rusia. Pada Mei 2025, ia diduga pergi ke Ukraina, masuk Angkatan Bersenjata Ukraina, lalu memperoleh akses ke informasi personel, unit, dan lokasi.

Dakwaan belum memastikan informasi telah terkirim

Polisi menyatakan Teslov memberikan atau mencoba memberikan informasi tersebut kepada orang yang diyakininya bertindak untuk dinas intelijen Rusia. Rumusan itu tidak memastikan materi telah terkirim, apalagi menjelaskan isi atau tingkat sensitivitasnya. AFP menilai tindakan yang dituduhkan menimbulkan risiko bagi keselamatan personel militer Ukraina, tetapi tidak menemukan indikasi ancaman terhadap Australia.

Hukum Australia menuntut hubungan, tujuan, dan cara tertentu

Undang-undang pidana federal Australia (Criminal Code Act 1995) mengancam campur tangan asing secara sengaja dengan pidana maksimum 20 tahun penjara. Unsur umumnya mencakup tindakan bagi atau bersama pihak asing yang bertujuan mendukung kegiatan intelijen atau merugikan keamanan nasional. Tindakan itu juga harus bersifat rahasia, menipu, mengancam bahaya serius, atau mengandung pemaksaan. Dakwaan terhadap Teslov berbentuk percobaan, sehingga perkara tersebut tetap harus diuji di pengadilan.

Istilah “campur tangan asing” tidak sama dengan putusan bahwa Teslov melakukan spionase. Dakwaan menyasar hubungan dengan pihak asing, tujuan mendukung kegiatan intelijen, dan cara melakukan tindakan yang dituduhkan. Pengadilan belum menyatakan Teslov bersalah atau menentukan hukumannya.

Perangkat elektronik menjadi bagian penyidikan

Satuan Tugas Penanggulangan Campur Tangan Asing (Counter Foreign Interference Task Force/CFITF) menangkap Teslov di Sumner, Queensland, pada 20 Agustus 2026. Operation Woodcreeper dimulai pada Juni setelah penyelidikan Badan Intelijen Keamanan Australia (Australian Security Intelligence Organisation/ASIO). Petugas menggeledah sejumlah lokasi di kawasan Brisbane serta menyita perangkat elektronik dan barang lain untuk pemeriksaan forensik.

Teslov tidak bekerja untuk pemerintah Australia dan tidak memiliki izin keamanan, menurut keterangan AFP yang dilaporkan ABC News. AFP belum memastikan apakah ada pihak lain di Australia yang terlibat, dan penyelidikan masih membuka kemungkinan penangkapan tambahan. Kedutaan Besar Rusia di Canberra mengatakan baru mengetahui perkara dari media dan belum menerima pemberitahuan resmi. Kedutaan menyatakan sedang mencari informasi melalui saluran yang tersedia.

Belum ada keterangan resmi Indonesia

Sampai artikel ini disusun, kami belum menemukan dokumen resmi dari lembaga di Indonesia yang secara khusus membahas perkara Teslov. Pencarian mencakup publikasi Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, Kepolisian Negara Republik Indonesia, dan kantor berita ANTARA. Ketiadaan temuan itu menunjukkan batas informasi yang tersedia, bukan sikap pemerintah Indonesia terhadap dakwaan tersebut.