Sedikitnya lima orang meninggal akibat badai dan banjir di Indiana hingga 15 Agustus 2026. White River mencapai lebih dari 7,32 meter di Anderson dan Noblesville, melampaui rekor yang bertahan sejak 1913. Lebih dari selusin pemerintah lokal menetapkan status bencana. Kerusakan terkonsentrasi di koridor sungai dari Hamilton County menuju pinggiran utara Indianapolis.

Presiden Donald Trump menyetujui deklarasi darurat Indiana pada 15 Agustus atas permintaan Gubernur Mike Braun. Federal Emergency Management Agency (FEMA) menyatakan bantuan federal tersedia bagi negara bagian itu. Kendaraan Garda Nasional ikut membantu operasi ketika White River mendekati puncak di Indianapolis.

National Weather Service (NWS) mencatat lebih dari 28 sentimeter hujan dalam dua hari di sejumlah lokasi. Di Indianapolis, petugas menyelamatkan 95 orang dan 45 hewan peliharaan hingga sore 15 Agustus. Kantor gubernur mencatat lebih dari 350 evakuasi di Delaware County. Ketinggian sungai dan jumlah korban dalam laporan ini mengikuti pembaruan 15 Agustus, bukan jumlah akhir operasi.

Jalan tergenang banjir dengan mobil terendam (ilustrasi)

Peta FEMA tidak menunjukkan seluruh risiko

Flood Insurance Rate Maps (FIRM) buatan FEMA mendukung asuransi banjir dan perencanaan mitigasi di Amerika Serikat. Audit Government Accountability Office (GAO) pada 2021 menemukan peta itu belum mencerminkan sains iklim terbaik maupun sebagian risiko hujan lebat. GAO menyebut hujan yang melampaui kapasitas drainase sebagai contoh bahaya yang belum tergambar. Temuan itu membahas program nasional, bukan akurasi peta khusus Indiana pada Agustus 2026.

FEMA menandai area berisiko tinggi dengan kode A atau V dan menyebutnya Special Flood Hazard Area (SFHA). Data NFIP menunjukkan 29 persen klaim selama 2014–2024 berasal dari luar area berisiko tinggi. Angka tersebut menghitung klaim polis NFIP, bukan seluruh bangunan yang terkena banjir. Berada di luar zona berisiko tinggi bukan jaminan bebas banjir.

Model swasta memberi cakupan yang berbeda

Dokumenter FRONTLINE yang ditayangkan KQED memuat analisis Jeremy Porter dari First Street, perusahaan pemodelan risiko iklim. Porter mengatakan model First Street menemukan 2,2 kali lebih banyak properti dengan risiko banjir tahunan satu persen dibanding pemetaan FEMA. Untuk dampak Badai Helene di Carolina Utara, hanya 2 persen properti terdampak berada di zona FEMA; 98 persen lainnya di luar. Kedua angka itu berasal dari model dan analisis First Street, bukan evaluasi FEMA atas dirinya sendiri.

“Banjir 100 tahun” adalah peluang tahunan

U.S. Geological Survey (USGS) menjelaskan banjir kala ulang 100 tahun sebagai kejadian dengan peluang satu persen pada setiap tahun. Istilah itu bukan jadwal bahwa banjir hanya muncul sekali setiap 100 tahun. Peluang tahunan tetap berlaku setelah kejadian besar, sehingga catatan baru tidak menghapus risiko tahun berikutnya.

InaRISK menjadi rujukan berbeda di Indonesia

Indonesia memakai sistem pemetaan sendiri, bukan peta FEMA. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyediakan InaRISK dengan lapisan banjir, banjir bandang, bahaya, kerentanan, kapasitas, dan risiko. BNPB menyatakan WebGIS pengurangan risiko hanya menggambarkan lokasi relatif dan bukan dasar untuk tujuan hukum atau rekayasa sipil. Batas penggunaan itu penting ketika peta publik dibaca untuk keputusan pada tingkat bangunan.

Sampai artikel ini disusun, kami belum menemukan dokumen resmi lembaga Indonesia yang membandingkan cakupan InaRISK dengan FEMA atau model First Street. Karena itu, angka 2,2 kali dan 98 persen tidak berlaku sebagai ukuran risiko banjir di Indonesia. Banjir Indiana menunjukkan batas pemetaan di Amerika Serikat, bukan bukti bahwa selisih yang sama terjadi di Indonesia.